Papan Interaktif Digital (PID) dapat membantu guru menghadirkan kegiatan belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Melalui media digital, guru dapat mengajak siswa berlatih numerasi, mengembangkan literasi, mengenal sains, menyusun kata, hingga mengikuti permainan edukatif.
Daftar ini menyajikan tautan permainan, media interaktif, simulasi, dan platform sebagai referensi bagi guru untuk mendukung pembelajaran menggunakan PID. Ketersediaan, isi, bahasa, biaya, dan kebutuhan akun setiap layanan dapat berbeda. Selain itu, guru perlu memeriksa setiap tautan terlebih dahulu agar media yang dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.
Untuk memahami cara memilih media yang tepat, baca juga Media Pembelajaran: Memilih Media Sesuai Tujuan. Informasi program bantuan tersedia pada artikel Kemendikdasmen Terbitkan Surat Penyaluran Bantuan PID untuk SD Tahun 2026.
A. Permainan dan Aktivitas Pembelajaran
Gunakan tautan berikut sebagai bahan eksplorasi. Nama deskriptif mengikuti nama atau petunjuk yang tercantum dalam daftar sumber; periksa halaman tujuan untuk memastikan isi sebenarnya.
- IFP MTK 1
- IFP Hewan
- IFP Pilih Sampah
- IFP Bina 1
- IFP MTK 2
- IFP Kata
- IFP Inggris 1
- IFP Balap Jukung
- IFP Engrang
- IFP Rakit Soal
- IFP 3D Bangun Ruang
- IFP Kalsel
- IFP Baurak
- IFP Baurak Time
- Guru Pejuang Digital
- TTM IFP
- Susun Kata IFP
- Balap Karung Digital
- Sinau Koding
- Susun Kata IFP 3B
- Game Educatif Kang Eko
- Game Educatif Kang Eko 2
- Matematika Digital
- Games Interaktif Numerasi
- Soal Pengetahuan
- Memori Angka IFP
- EduPID Game
- EduPID
- Game PJOK AAK Sport
- Simpop
- Game IFP
- PID Game
- GR IFP
- Game SDN 2 Baderan
B. Platform untuk Membuat Aktivitas Belajar
Platform berikut dapat membantu guru mengeksplorasi kuis, permainan, presentasi, latihan, dan aktivitas kolaboratif. Fitur gratis atau berbayar dapat berubah sewaktu-waktu.
- Wayground
- Wordwall
- Nearpod
- Canva Indonesia — lihat juga panduan Canva untuk Guru: Membuat Materi Visual yang Efektif.
- Blooket
- Baamboozle
- Plickers
- Kahoot!
- Padlet
- ZEP Quiz
- Interacty
- Educaplay
- Wayground — tautan tambahan
C. Numerasi, Matematika, Sains, dan Eksplorasi Visual
- GeoGebra
- GeoGebra Math
- PhET Interactive Simulations
- Math Games
- Topmarks
- Education.com
- Google Earth
- BioDigital
- Sketchfab
D. Tautan Tambahan untuk Guru yang Perlu Diverifikasi
- Zetuna — periksa tujuan dan isi situs sebelum digunakan.
- GameLoop — layanan emulator Android untuk menjalankan gim di PC; bukan platform pembelajaran khusus.
Bagian ini memuat tautan tambahan yang belum dapat dipastikan kesesuaiannya untuk pembelajaran. Sebelum menggunakannya di kelas, guru perlu menilai tujuan situs, keamanan, iklan, kebutuhan akun, serta kesesuaian konten dengan usia siswa.
Tips Menggunakan PID Agar Pembelajaran Lebih Bermakna
1. Tentukan Tujuan Pembelajaran
Pilih media berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai. Untuk numerasi, guru dapat menggunakan soal interaktif atau visualisasi matematika. Untuk literasi, guru dapat memilih aktivitas menyusun kata atau latihan bahasa.
2. Libatkan Siswa Secara Aktif
Ajak siswa memilih jawaban, menyelesaikan tantangan, mengamati simulasi, atau menjelaskan proses berpikirnya. Dengan demikian, PID tidak hanya menjadi layar untuk menampilkan materi.
3. Hubungkan Permainan dengan Refleksi
Setelah permainan selesai, diskusikan jawaban dan strategi siswa. Minta mereka menjelaskan alasan, membandingkan cara penyelesaian, atau memperbaiki kesalahan.
4. Periksa Akses dan Keamanan
Selain itu, uji setiap tautan pada perangkat PID sebelum pembelajaran dimulai dan pastikan koneksi internet mendukung penggunaannya. Hindari memasukkan data pribadi siswa ke layanan yang belum diperiksa kebijakan privasinya.
5. Siapkan Alternatif
Sediakan soal, gambar, atau aktivitas luring sebagai cadangan jika koneksi internet terganggu atau layanan tidak dapat diakses.
Penutup
Kumpulan tautan ini dapat menjadi titik awal bagi guru untuk mengeksplorasi pembelajaran berbantuan teknologi. Pilih media yang sesuai dengan kebutuhan siswa, tujuan pembelajaran, dan kondisi sekolah.
Teknologi hanyalah alat. Guru tetap menjadi kunci terciptanya pembelajaran yang bermakna.
Catatan: daftar ini disusun dari tautan yang dibagikan. Status aktif, tujuan akhir tautan pendek, keamanan, dan kesesuaian setiap situs belum seluruhnya diverifikasi.


Tinggalkan komentar